
Hujan Mas
Nama jalan di daerah Bulaksumur, UGM, sebelah utara rumah sakit Panti Rapih memakai nama tumbuh-tumbuhan. Ada jalan Bungur, Podocarpus, Tevesia dan lain-lain. Salah satu jalan yang menurut saya menarik dan agak aneh adalah Jl. Hujan Mas. Walaupun memakai bahasa Indonesia, rasanya saya belum pernah mendengar nama tumbuhan ini.
Selain namanya, ada satu hal lain yang juga menarik. Di jalan itu, ada warung makan atau kantin yang laris sekali. Pada jam-jam makan, berderet-deret sepeda motor parkir di depan kantin itu. Para pembeli yang tidak tertampung di dalam kantin bahkan rela makan sambil nongkrong di pinggir jalan atau nongkrong di pagar tetangga kantin. Waktu pertama kali lewat di depan kantin itu, saya pikir ada orang yang meninggal, karena ada begitu banyak sepeda motor yang diparkir dan begitu banyak orang yang nongkrong di depan kantin.
Menurut kenalan saya yang tinggal di daerah itu, kantin itu terkenal murah dan pembelinya boleh mengambil nasi sendiri sesuai nafsu masing-masing. Tapi, makanan harus dimakan sampai habis, tidak boleh ada yang sisa. Dengan uang Rp 5000, sudah bisa makan dengan lauk ayam lengkap dengan segelas teh manis. Murah bukan? Tertarik? Silakan mencoba! Soal rasa? Silakan dinilai sendiri!