Bagi Anda yang mengaku sebagai penggemar ekstrim kuliner, uji nyali Anda dengan mencoba menu makanan di sebuah warung kecil di Jalan R.E. Martadinata, Jojakarta. Menu yang disediakan pasti akan membuat Anda berpikir seribu kali lipat untuk mencobanya. Ah…masa?
Papan nama warung di sisi jalan sebelah kanan dari perempatan Wirobrajan itu bertuliskan “Warung Makanan Roh Halus”. Hahhh…?!!! Glek…!!! Tunggu…, jangan ngiler dulu sebelum membaca daftar menunya. Menu yang disediakan bermacam-macam, sangat komplit. Mulai dari kemenyan, sajen, keperluan untuk ke dukun, berbagai macam bunga dan uba rampe untuk upacara kematian ataupun ziarah kubur seperti bunga sripah sampai menu yang terdengar agak aneh seperti leson dan kembang macan kerah. Cukup menantang bukan? Wah…kok mengerikan sih?!!
Bagi Anda yang bukan penggemar ekstrim kuliner atau penggemar ekstrim kuliner yang kecut nyalinya, jangan berkecil hati. Warung itu juga menyediakan bermacam-macam jamu tradisional hasil racikan sendiri & produknya diberi label jamu Sido Waras. Dengan membayar Rp 4000, Anda dapat membawa pulang jamu yang Anda butuhkan atau kalau Anda mau bisa juga minum langsung di warung itu. Benar-benar warung yang komplit karena menyediakan berbagai macam kebutuhan untuk kematian, tapi juga menyediakan kebutuhan untuk orang yang tidak pengin cepat mati alias pengin tetap sehat wal”afiat.
Bagi Anda para penggemar angkutan umum (seperti saya) yang ingin mengunjungi warung itu bisa naik bis jalur 12 dan 15 atau naik kobutri jalur 17. Bisa juga naik bis kecil-kecil jurusan Jogja-Tempel, turun di perempatan Wirobrajan dan berjalan kaki sebentar ke arah timur. Oya…, kalau berkunjung ke warung itu, jangan lupa membaca tulisan-tulisan di dalam pigura yang menghiasi interior warung. Tulisan-tulisan itu berasal dari surat kabar yang meliput warung itu. Wah…hebat juga ya?!

Warung Makanan Roh Halus
Keterangan :
- Uba rampe : perlengkapan.
- Sripah : kematian.
- Macan : harimau.
- Kerah : berkelahi.
- Leson dan kembang macan kerah : menurut penjualnya leson dan kembang macan kerah adalah campuran berbagai macam bunga yang dipakai untuk mandi.Tapi bukan untuk orang mati lho…, ini untuk orang hidup. Katanya sih…bisa untuk menghilangkan capek-capek.
Tulisan ini terinspirasi dari rubrik Sungguh-sungguh Terjadi di surat kabar harian Kedaulatan Rakyat.
mbak ika kesana buat beliin siapa? kalo buat sendiri wah…gawat… berarti selama ini aku temenan sama roh halus dong ato kesana buat cari ubo rampe ke dukun nih….
Ika : Iya…aku beli uba rampe untuk ndukunke dirimu. Ketoke berhasil to? Aku ke sana sampai 3 kali. Sekali, gagal arep motret, karena baterai kamera jebul entek. Kedua, berhasil motret & beli jamu sisan SKSD karo bakule. Yang ketiga, nganter Bapakku sing penasaran pengin motret warunge. E…kata yang punya warung, mereka juga menerima tukar tambah mayit. Tertarik pa?
ea aku juga tau kembang macan kerah buanyak bangettttt kayak mau buat sop getho hehehehe tapi katanya buat buang sengkolo…. bener gag tuh?
Ika : Kalo kata yang jual, untuk ramuan mandi, bisa ngobati capek-capek. Bener gaknya gak tahu. Kayaknya gimana gitu kalo mau nyobain. Mandi kembang? Hi….hi…hi…