
Diskusi dan Pelatihan "Glass Painting"
Sabtu, 28 Februari 2009 yang lalu, saya mengikuti acara Diskusi Buku dan Pelatihan Glass Painting (tulisan di undangan begitu) yang diadakan di Kantor Arsip dan Perpustakaan Kota Jogjakarta, sebelah selatan toko buku Gramedia.
Acara dipandu oleh penulis buku Glass Painting, ibu Laksmiwati Etty yang berasal dari Surabaya. Peserta acara berjumlah sekitar 25 orang yang kebanyakan adalah para perempuan. Hebatnya, acara ini gratis, malah pesertanya mendapat makanan kecil dan minuman. Enakkan? Para peserta termasuk saya juga mendapat kesempatan melukis di atas piring dan gelas secara bergantian. Asyik to?
Glass Painting (Lukisan Kaca) sebenarnya bukanlah barang baru. Seni ini sudah dikenal sejak berabad-abad yang lalu. Sejarah menyebutkan bahwa lukisan kaca sudah ditemukan di jendela bangunan-bangunan tua di Eropa pada jaman Renaissance. Bangunan Gothic juga menggunakan lukisan kaca pada ornamen-ornamen bangunannya. Di India, lukisan kaca muncul pada abad ke-18 diGujarat.
Lukisan kaca digemari karena tampilannya memberikan efek halus, ringan dan sangat mempesona apabila terkena cahaya.Berbagai macam barang pecah belah sehari-hari seperti gelas, cangkir, stoples, piring dan lain-lain bisa dijadikan obyek lukisan kaca.
Selain mempercantik barang sehari-hari, lukisan kaca bisa dijadikan alternatif usaha. Dengan sedikit ketelatenan, lukisan kaca bisa dikembangkan sebagai usaha cendera mata, misalnya untuk acara pernikahan. Sayangnya, agar mendapatkan hasil yang memuaskan, cat yang digunakan harus cat khusus untuk kaca yang harganya agak lumayan mahal karena merupakan barang import dan di Jogjakarta hanya toko tertentu saja yang menjualnya.

Bu gurunya sedang beraksi
kra2 bwt dpetin catnya dmana ya ?
saya tnggal di Palembang ,
Ika : Wah kalau di Palembang gak tahu ya… Kalo di Jogja, bisa di beli di toko Apeco yang terletak di Jl. Malioboro. Toko ini menjual perlengkapan untuk melukis. Coba saja cari di toko sejenis itu di Palembang, siapa tahu ada di toko itu.